JENEPONTO, SULSEL - Sedikitnya 15 siswa Sekolah Dasar (SD) Kambutta Toa, Kacicci, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi, Selatan dilarikan ke Puskesmas setelah menyantap menu Makanan Bergisi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh pihak dapur SPPG Bontomanai, Kecamatan Rumbia pada Kamis, (23/4/2026).
Belasan siswa tersebut sementara ditangani oleh Puskesmas Tompobulu untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Mendengar informasi ini, Bupati Jeneponto, Paris Yasir langsung memerintahkan Dinas Kesehatan untuk segera mengambil langkah-langkah dan tindakan penanganan secara preventif.
""Saya sudah perintahkan Dinkes untuk segara mengambil tindakan termasuk pihak puskesmas agar secepatnya ditangani dan dibantu indentifikasi dan pelayanan lainnya, " tegas Bupati.
Menindaklajuti perintah Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Syusanti A. Mansyur bergerak cepat berserta tim PSC Dinkes tim Kesling dan Surveilans KLB untuk membantu PKM Tompobulu dan memastikan penyebab kejadiannya serta melakukan mitigasi di dapur MBG Bontomanai.
"Kami sudah berkoordinasi ke Kapusnya untuk dilakukan layanan cepat dan meminta ke Korwil BGN ke lapangan mengecek, " ungkapnya.
Disamping itu, kata Syusanty, Dinkes saat ini persiapan untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan sampel makanan.
Pengambilan sampel makanan dari SPPG ini nantinya bakal dikirim ke laboratorium kesehatan untuk diuji dan memastikan penyebabnya.
"Untuk sementara kita juga belum mengetahui pasti penyebabnya, " ujar Syusanti.
Namun, dari hasil pemeriksaan awal, lanjut Syusanti sejumlah siswa tersebut mengeluhkan pusing, sakit perut, mual dan gatal-gatal setelah menyantap menu MBG.
"Alamdulilah, saat ini semua pasien sudah ditangani dengan baik di PKM Tompobulu. Ada sebanyak 15 orang siswa SD. Dan ada juga 1 orang di Puskesmas Rumbia, semuanya sudah kita infus dan sudah minum obat, " terangnya.
Untuk mencegah kejadian serupa kembali terulang, Dinas Kesehatan Jeneponto akan terus menggencarkan pemantauan, melakukan inspeksi kesehatan lingkungan, mengecek proses penerimaan bahan baku, mengecek penyimpanan bahan baku, proses masak dan kemas, angka kecukupan gizi dalam menu MBG, hingga proses distribusinya termasuk proses pembersihan ompreng dan alat-alat masak lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, media ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak pemilik/pengelola dapur SPPG Bontomanai terkait penyebab terjadinya belasan penerima manfaat dari program MBG tersebut dilarikan ke Puskesmas.(**)
