JENEPONTO, SULSEL - Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir bergerak cepat mengambil langkah konkret untuk mengatasi kekeringan air akibat musim kemarau panjang yang telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Langkah pertama, pemerintah daerah melakukan rapat koordinasi pelayanan optimalisasi air irigasi Kelara Kareloe dengan mengundang Kepala Balai Pompengan Jeneberang, Kepala Dinas PU Provinsi, PU Kabupaten, BPBD dan Kasatpol.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Camat Binamu, Camat Turatea, Camat Batang, Camat Tarowang, Kepala Desa Bungeng, Bontorappo, Camba-Camba, Bungungloe, Langkura, Kayuloe Timur, Kayuloe Barat, para Lurah, petugas pengamat air irigasi Kelara, GP3A para petugas pintu air, para juru air (mandor) dan beberapa tokoh masyarakat.
Bupati Jeneponto Paris Yasir mengatakan bahwa selain kondisi alam, pihaknya telah melakukan upaya jangka panjang, yakni memperlebar/memperluas saluran induk irigasi kelara Kareloe agar debit air dapat ditingkatkan.
Selain langkah itu, pemerintah daerah juga melakukan upaya jangka pendek, yakni bagaimana PU Provinsi dan Pompengan Jeneberang memberikan penggiliran air.
"Alhamdulillah upaya ini sudah dilakukan di daerah sekunder irigasi Tarowang, sudah mulai ter aliri pada Kamis malam kemarin di area-area yang selama ini tidak mendapatkan distribusi air hingga tembus ke area Parang Tinambung, " ujar Bupati Paris Yasir kepada Indonesiasatu, Sabtu (18/4/2026).

Penggiliran air ini telah disepakati bahwa empat hari untuk disalurkan ke irigasi mengarah Kecamatan Tarowang dan 3 hari untuk Kecamatan Turatea.
Selain itu, Bupati Jeneponto juga mengambil kebijakan melalui penanganan darurat dengan melibatkan pihak BPBD bekerjasama dengan Pemadam Kebakaran untuk mengirim bantuan air bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Bupati bahwa upaya ini untuk wilayah - wilayah tertentu yang tidak terlalu membutuhkan banyak air guna menyelamatkan sebahagian sawah milik petani yang kekeringan.
"Kita menyiapkan beberapa unit tangki pengangkut air, baik BPBD maupun pemadam kebakaran yang bisa dioptimlkan tanpa mengurangi pungsi dan tugas mereka. Kami tugaskan 2 unit pemadam kebakaran dan 1 unit tangki BPBD untuk mendistribusikan air kepada masyarakat bagi yang membutuhkan bantuan dari pemerintah daerah, " jelasnya.
Bupati Paris Yasir juga memberikan penjelasan penyamaan presepsi terkait upaya luas area atau pemetakan persawahan dan debit air yang tidak lagi seimbang.
Dikatakan, Bupati bahwa debit air di saluran induk kelara tidak lagi seimbang dengan luas area kemapuan saluran 6 kubik perdetik untuk 6000 s/d 7000 hektar. Sedangkan saat ini di perkirakan luasan area telah mencapai 12.000 hektar, dengan demikian harus ada penambahan luas/lebar saluran irigasi induk kelara.
Selain luas area yang tidak lagi seimbang dengan debit air yang dihasilkan oleh saluran induk kelara kareloe, lanjut Paris, terjadi pula kondisi keterlambatan pemanaman musim tanam pertama yang biasanya dilakukan pada November yang molor sampai Januari diakibatkan adanya kerusakan di ruas satu saluran induk irigasi kelara.
"Nah, dengan adanya keterlambatan penanaman juga diperparah oleh musim kemarau panjang dan rendahnya curah hujan saat para petani kita membutuhkan air, " terangnya. (**)

SM Network